Setelah menonton acara JLC semalam di TVOne ......mungkin penonton di kagetkan dengan penelpon yang mengaku "NAZARUDIN".... sempat terasa aneh memang, ketika pemerintah tidak berhasil memulangkan NAZARUDIN tapi dari lokasi yg disebutnya jauh dari Indonesia....dia bisa berkomunikasi inten dengan beberapa media tv......yang lebih mengagetkan kita lagi dia mulai membeberkan beberapa perkara yang sedang menimpanya.....
katanya...bahwa dibalik itu semua ada campur tangan pihak lain dinegeri ini yang juga petinggi partai.....Kok bisa ya..!! partai yang menjadi pioner dalam menumpas segala bentuk korupsi eh...nyatanya malah internalnya sendiri terkena kemelut bahkan kusut kita juga sering menonton iklannya disalah satu media TV dengan kalimat "KATAKAN TIDAK UNTUK KORUPSI" sebuah kalimat yang bagus untuk didengar ...bahkan disebutkan untuk menjadi kursi Ketua Umum dari partai berlogo mersi itupun mengeluarkan dana yang sangat pantastis........50 M.....klo uang tersebut dijadikan premi kesehatan u rakyat...waduh bisa mantep alias bermanfaat....karena rumah sakit sekarangkan kayak showroom sebuah mobill...klo mau rawat harus DP dlu...h e...he....
Kalau apa yg dibilang sama NAZARUDIN itu bisa di buktikan dengan hukum.....semakin terkuak saja kongkolingkong sebuah partai yang nyatanya lembaga resmi yg mampu mengantarkan para wakil rakyat menjadi legislatif....kalau begitu lebih baik kita bikin partai saja rame rame ketimbang bikin perusahaan yang izinnya juga berbelit-belit tp ada istilah ruginya lebih baik bikin partai yg sudah ketahuan banyak uang berseliweran..he he..bayangkan untuk penyelenggaraan sebuah acara aja yang istilahnya MUNAS ada KONGRES harus mengeluarkan anggaran yang sungguh luar biasa....!!!
sungguh berbalik dengan keadaan didaerah saya yang berbatasan langsung dengan gerbangnya Republik Indonesia ini.....ya Bandara Soekarno -Hatta......bahkan baru baru ini kita sering mendengar dengan istilah "Bandara Soekarno-Hatta kumuh",.... karena didalamnya ada komunitas yang melakukan kegiatannya pada sektor Ilegal kata pemangku kepentingan di AP II, bahkan untuk melakukan penertiban dan kenyamanan di Bandara tak tanggung-tanggung pihak Angkasa Pura dibawah Komando Deputy Senior General Manager Bapak Mulya Abdi menerjunkan langsung Brimob dari POLDA metro Jaya lengkap dengan senapan laras panjangnya......!!! saya pribadi sangat respon dan mendukung upaya PT. Angkasa Pura II melakukan Penertiban demi terciptanya BANDARA SOEKARNO-HATTA yang AMAN, TERTIB dan NYAMAN
tapi bukannya kalau kita menyelesaikan sebuah masalah harus tahu dan mengerti dulu masalahnya....jangan langsung action akibatnya kebijaksanaan yang harusnya baik menjadi rancuh...ada Sebab ada Akibat......ya itulah yang harus dipelajari terlebih dahulu...maka timbullah beberapa pertanyaan :
- Kenapa mereka (Asongan, porter liar, taksi gelap, semir sepatu) mencari nafkah pada sektor Ilegal tersbut..??
- Dari wilyah / daerah manakah dia datang..??
- Sudah sejauh mana pihak Pengelola Bandara Soekarno-Hatta yang dalam hal ini PT. Angkasa Pura II dalam menjalin hubungan sosial dengan Warga masyarakat sekitar..??
Ya saya rasa.....para pejabat Angkasa Pura II tahu tapi kenapa dan mengapa harus bersikap arogan..seperti itu..??
dengan dalih bahwa ini arahan RI 2.....!!!,
saya yakin bahwa semua orang bahkan elemen masyarakat yang tergolong komuitas Ilegal dibandara mempunyai rasa keinginan dan tanggung jawab serta menyadari bahwa sangat penting dan berartinya keberadaan Bandara Soekarno-Hatta......!!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar