Post Page Advertisement [Top]

“Semrautnya Bandara Soekarno-Hatta”

Sejak di Operasionalkannya Bandara Soekarno-Hatta tahun 1984 terus mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Dimulai dari hanya satu terminhal kemudian bertambah menjadi beberapa terminal sudah barang tentu kebutuhan akan sarana dan prasarana pendukungpun sangat dibutuhkan

Dengan dibangunnya beberapa terminal lain diharapkan pelayanan terhadap pengguna jasa  penerbangan data terlayani dengan baik. Sarana dan prasarana pendukungpun dibangun, restaurant, café bahkan supermarket tersedia dalam areal bandara soekarno-hatta. Kebutuhan akan transportasi darat seperti taksi, bus dan lain-lain menjadi satu hal yang tak bisa dihindari, semakin banyak jumlah pengguna jasa penerbangan semakin banyak pula kebutuhan akan sarana tersebut, dengan melihat kebutuhan tersebut maka tak heran jika pada akhirnya banyak angkutan taksi, bus atau lainnya berupaya agar dapat beroperasi di lingkungan Bandara

Gemerlapnya Bandara Soekarno-Hatta menimbulkan kecemburuan social bagi masyarakat yang berada disekitarnya, manakala mereka hanya dijadikan penonton, mereka tidak diberdayakan dan mereka hanya menikmati dampak buruk dari aktivitas yang terjadi dilingkungan Bandara Soekarno-Hatta seperti kebisingan dan sebagainya. Dilain sisi sungguh sangat manusiawi ketika sebagai warga sekitar Bandara ingin menikmati rizki yang terus berputar dan tak henti-henti.

-.    Ketika keterbatasan kemampuan dari warga sekitar Bandara menjadi hambatan untuk mendapatkan pekerjaan
-     ketika keterbatasan kemampuan masyarakat sekitara Bandara untuk menjadi pengusaha di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta dan ketika kesempatan dan peluang jasa dan usaha tidak dibuka oleh pengelola Bandara Soekarno-Hatta maka tidak heran jika pada akhirnya warga sekitar bandara mencari rizki dilngkungan bandara sesuai kemampuan mereka.

Menjadi satu hal yang ironis tinggal berdampingan dengan bandara yang bertarap internasional akan tetapi tidak merasakan indahnya tinggal berdampingan dengan Bandara Soekarno-Hatta.

Dengan bekerja apa saja sesuai kemampuan mereka di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta,  sebagai tukang ojek, taksi gelap, pedagang asongan, tukang semir sepatu mereka dapat sedikit terhibur karena bisa mencicipi rizki dari lingkungan sendiri. Namun demikian aktivitas mereka pada akhirnya menjadi persoalan, mereka dituduh menjadi factor utama terjadinya kesemrautan, mereka diusir dengan alasan “mengganggu keindahan, ketertiban dan kenyamanan di Bandara .

Ketertiban
Ketertiban menjadi persoalan yang amat sangat dibutuhkan, kesemrautan merupakan pangkaltidak terciptanya ketertiban

Kesemrautan
-     Kesalahan manajemen (kepedulian terhadap lingkungan)
-     Banyaknya kepentingan (Gurita Bandara Soekarno-Hatta)
-     terlalu banyak izin usaha


-     Bandara Soekarno-Hatta asset negara
-     Bandara Soekarno-Hatta menjadi  icon terhadap citra bangsa
-     Bandara Soekarno-Hatta adalah kepentinnan Bandara

Atas nama Negara pengelola Bandara Soekarno-Hatta berlindung didalamnya antara lain :
-     Kepentingan pribadi dan golongan berlindung pada kepentingan Bandara
-     Legalisasi merupakan upaya untuk mensiasati bagi kongsi
-     Ilegal merupakan tumbal keserakahan legal


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]